Archive for the 'pembukaan muhadoroh' Category

Secuil Kenangan Tentang Muhadoroh

Muhadoroh atau biasa kita kenal dengan istilah lain yaitu latihan pidato dalam dua bahasa yaitu bahasa arab dan bahasa inggris yang wajib bagi santri Pondok Pabelan hingga saat ini. Muhadoroh merupakan kegiatan wajib dah harus diikuti setiap santri yang menuntut ilmu di Pondok Pabelan. Muhadoroh ini menggunakan dua bahasa yaitu bahasa arab dan bahasa inggris, namun bagi santri baru biasanya untuk semester awal masih diperkenankan untuk menggunakan bahasa Indonesia, karena diketahui bahwa santri baru biasanya masih belum mempunyai kosa kata yang cukup untuk berpidato dalam bahasa arab serta inggris. Selain menjadi latihan rutin yang dilaksanakan pada hari Kamis (malam jum’at) yang mengunakan bahasa Arab dan hari ahad (malam senen) dengan bahasa Inggris, Muhadoroh juga selalu dilombakan dalam class meeting setiap akhir semesternya. Adapun yang dilombakan adalah pidato bahasa Arab, Indonesia dan Inggris. Lomba ini diikuti oleh masing-masing ruangan (kelas) yang diwakilkan oleh tiga peserta (arab, Indonesia, inggris).

Pembukaan Muhadoroh
Ini pembukaan muhadoroh yang waktu itu saya dapat dari Ka’ Herman Pelani, klo gak salah begitu namanya. Dia orang Palembang yang waktu itu masuk kelas Takhasus atau kelas khusus sebelum masuk ke kelas empat atau kelas sepuluh sebutan sekarang.

Bahasa Indonesia

Pertama-tama :
Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayat serta inayahnya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di malam hari ini di ruangan ini.

Kedua kalinya :
Sholawat serta salam tak lupa kita sanjungkan(panjatkan) kepada junjungan kita nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari jaman jahiliyah ke jaman islamiyah, dan radi jaman kegelapan ke jaman terang benderang, seperti sekarang ini

Ketiga kalinya :
Saya ucapkan banyak terima kasih kepada ketua satu dan ketua dua yang telah memberikan waktu dan tempatnya untuk saya berhuwajahah di hadapan hadirin sekalian untuk latihan muhadoroh.
Saya disini akan berbicara tentang …………………..(judul muhadorohnya)

Hah, masih inget banget dalam ingatan ini semua kalimat pembuka yang mesti aku ucapin dalam latihan muhadoroh di Pondok dulu. Dari mulai awalah (pertama-tama) yang isinya kita berterima kasih kepada Allah atas segala nikmat dan karunianya, lalu dilanjutkan dengan ucapan untuk selalu mengingatkan kita agar selalu bersholawat kepada nabi Muhammad SAW yang dalam pembukaan muhadoroh itu beliau berjasa telah membawa kita dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang benderang, dari jaman jahiliyah menuju jaman yang katanya islamiyah ini. Mungkin ada sebagian kita yang merubah, eh maksudnya mengiprovisasi pembukaan kedua ini, misal dengan kalimat “dari jaman onta menuju jaman Toyota” dari jaman apa menuju jaman apa gituh, pokoke semua suka2 orang yang menggunakan biar tampak asik di dengar dan tampak menarik bagi audiens yang mendengarkan. Trus yang ketiga kalinya biasanya berisikan ucapan terima kasih kepada pembawa acara atau MC yang di Pondok dulu bertugas sebagai ketua satu, sedangkan ketua dua adalah orang yang bertugas sebagai dirijen yang mengkomando dalam sesi menyanyikan lagu oh Pondokku serta sesi istirahat. Terus kenapa gak ada ketua tiga atau ketua empat ? ya gak adalah, klo ada tar dituruti terus bisa2 semuanya jadi ketua2, terus yang mo jadi audiens siapa ?. oh ya dalam muhadoroh ini juga ada yang bertugas sebagai Qori’ yang bertugas membacakan ayat suci Al-Qur’an, biasanya ini juga dibacakan oleh ketua dua atau klo gak salah ada Qori’nya juga yang bertugas.

Nah tugas ketua dua waktu istirahat ini adalah menghibur pada audien dan pembicara, yah bisa dibilang tugas ketua dua itu enak she, cos pasti dari pada jadi pembicara,lebih banyak dari kita yang memilih menjadi ketua dua atau Qori’nya, bisa dibilang tugas ketua dua ini adalah sebagai penghibur, tapi inget bukan penghibur dalam tanda negative loh. Biasanya ketua dua ini lebih sering menyanyi, terus bila ketua dua sudah selesai maka ketua dua berhak untuk memilih peserta (audiens) untuk giliran menyanyi/menghibur audiens yang lain, begitu pula seterusnya hingga sesi istirahat habis dan kembali masuk ke acara selanjutnya yaitu acara intinya (muhadoroh). Selain nyanyi dan hiburan lain, pas sesi istirahat ini biasnya ada sedikit snack yang dibagikan kepada semua audiens, biasanya permen atau roti atau ala kadarnya. Nah, karena ada snack tentu saja ada iuran bagi semua nya, disini disebut “iuran ruangan”  yang dibayarkan setiap satu bulan sekali, dan besarnya adalah kesepakatan dari masing-masing ruangan tersebut. Iuran ruangan itu nanti akan dikelola oleh kakak pendamping ruangan, yang dalam hal ini tentu saja adalah kakak-kakak kelas lima, atau sekarang biasa disebut kelas sebelas. Kelas lima atau kelas sebelas biasanya adalah juga menjadi pendamping kamar atau pendamping asrama, baik itu putra maupun putri.

Nah, sekarang ini adalah malam senin, so sekarang waktunya kita bermuhadoroh bahasa inggris. Kalau dulu kelas satu semester pertama, tapi waktu itu catur wulan pertama buat aku, karena waktu itu masih menggunakan catur wulan. Jadi waktu itu masih menggunakan bahasa Indonesia. Yah, maklum lah, kan masih santri baru, jadi belum bisa berbahasa inggris, kalau pun udah bisa pasti hanya “Yes dan No”  doang, tapi sekarang kita udah masuk ke catur wulan dua atau kita udah naik ke kelas dua jadi harus pake bahasa inggris malam senin ini. Nah, ini pembukaan muhadoroh bahasa inggris yang dulu aku dapatkan, sebenernya klo tulisan aslinya itu banyak salah dalam penulisnya, tadinya pengen tak scan tapi sayang buku catatan muhadoronya di rumah dan di rumah gak ada scanner buat nyecan tu lembaran kertas, jadi aku tulis begini aja deh. Aku lupa kenapa tulisanya banyak yang salah gitu yah, mungkin karena dulu aku gak mudeng bahasa inggris kali ya ? tapi untuk lebih asiknya aku tulis pula tulisan asli yang ada di bukuku itu, yah kurang lebih seperti ini :

Tulisan asli dari tangan ka’ Herman, klo gak salah inget she gituh, tapi dipertengahan (secondly) tulisnya udah beda, mungkin itu tulisan tanganku.

At firtly :
Let’s thank’s to our Good (harusnya GOD) of Allah king of the king, the lord of the ward (world), who has given us brazy (blassing) and mercy that we can meet togetherin our lovely place by happy and without talk of something

Sacoraly (harusnya “secondly”)
And we will never forget to sand (harusnya ‘send’) salawat and salam to our phorpet (harusnya “prophet”) the least phorpet Muhammad SAW, who has brought us from the farknes (harusnya “darkness”) to the liglaness, frong (harusnya “from”) the bad thanking  (mungkin harusnya “thingking”) to the god (mungkin harusnya “good”) thingking and frong (lagi-lagi ini) the bad carastess (maksudnya opo aku gak tau ik) to the goo carastes.

Thirdyly (harusnya “thirdly”)
Thank’s to master charman (Mr. Chairman maksudnya), who has give me time and place, lana (aku gak tau maksudnya tulisan ini apa) standing here as specener (maksudnya “speaker” kali ya ?), I want to speeeh (speech  kali maksudnya ) by the time ………….?

Tapi kalau gak salah tulisan yang bener seperti ini ::——-

Firstly
Let’s thanks to our God of Allah King of the King, the lord of the world. Who has given us blassing and mercy, that we can meet together in this place be happy and heatly

Secondly
We will never forget to send sholawat and salam to our prophet, ht last prophet Muhammad SAW, who has brought us from the darkness to the lightness, from the bad era to the good era

Thirdly
Thanks to mister chairman, who has give me time and place to standing here as speaker
And also for the audiences, this time I want to speak in front of you all by the title………………………….(the title is here)

Nah, klo yang dibawah ini adalah pembukaan muhadoroh dalam bahasa Arabnya, dan berhubung aku gak terlu pinter nulis bahasa Arab, nilai imla’ aja selalu jeblok, jadi maaf2 aja klo aku nulisnya salah, tapi alangkah lebih seneng klo ada yang bis membetulkan tulisan ini.

اولا :  نحمد حمد اكثر إلي الله الذي قد اعظينا رحمة و هدايةً و سلامة حتى مستطيع اننجتمع فى هذه الحجة نااسلام

ثانيا : لا ننس ان نرسل الصلواة و السلام الى نبينا و رسولنا وامامنا محمد “صلعم ” الد قد حملنا من الظلمات الى النور من الصراط المنحن الى الصراط المصتقم من

ثالثاً :  شكراً اكثيرً الى رئس الاول الذى قد اعطينى وقتا و فرصةً لأحطب امامك جمعاً بى تحت الموظ ؟

Nah, klo bahasa inggris dan bahasa arab ini juga gak jauh beda dengan pembukaan muhadoroh bahasa Indonesia di atas, baik dari awalan, kedua kalinya hingga ketiga kalinya semuanya bisa diubah dan diimprovisasi oleh masih2 pembicara.
Yah, ini lah sedikit kenang waktu belajar muhadoroh dulu di Balai Pendidikan Pondok Pesantren Pabelan, Tidak hanya di pondok saja, sampe sekarang pun aku masih selalu menggunakan pembukaan muhadoroh ini untuk awalah klo mo ngasik sambutan, baik itu sebagai ketua Hima ataupun sebagai panitia yang bertugas menyampaikan laporan ato hanya sekedar pembukaan awalah, kadang aku juga jadi MC dan ini semua masih aku pakai hingga sekarang. Pokoke gak pernah akan aku lupakan, dan salah satu usaha untuk mengenang dan mengabadikan semua ini aku posting semua ini dalam blogku ini dengan harapan aku akan selalu ingat dan mengamalkannya dan tentu saja aku berharap ini bermanfaat bagi semua yang baca blog ini, terutama buat sobat2 yang belum pada tau gimana cara mengawali sebuah ceramah atai pidato atau sambutan dalam acara. amien.


Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.