Steve Jobs "the Apple Guy"

Baru saja aku selesai membaca kisah perjalan hidup dari Steve Jobs yang ditulis oleh Lingga Wardhana dan Nuraksa Makodian di buku yang berjudul Technopreneur. Sebenernya buku ini sudah aku pinjam sejak hari kamis kemaren tapi aku baru bisa membaca sampe ke kisahnya penemu Youtube yaitu Steve Chen, Shad Hurley dan Jawed Karim dari halaman 165 hingga 185, sedangkan halaman berikutnya inilah kisah perjalan Steve Jobs dengan perusahaan Applenya yang dia dirikan bersama dengan kawannya yang terbilang lebih tua 5 tahun darinya Stephen G. Wozniak. Sekarang, Steve Jobs seorang CEO Apple yang visioner sekaligus idolaku yang memiliki kemapuan presntasi luar biasa tak tertandingi itu kini telah tiada.

Siang tadi sebelum jum’atan aku ngenet untuk download lowongan kerjaan yang ada di websitenya suara merdeka, aku lihat di halaman pertama koran itu tertulis bahwa sang maestro Apple itu kini telah tiada, meskipun aku tidak terlalu menghiraukan karena aku lebih memikirkan untuk mencari lowongan kerja di internet, tapi beberapa jam yang lalu aku menyaksikan siaran di TVOne yang membahas tentang sosok seorang Steve Jobs yang katanya disetarakan dengan pahlawan itu.

Pada tulisan kali ini aku pengen nulis tentang Steve Jobs, CEO Apple yang fenomenal dan juga sekaligus seorang yang ahli berpresntasi yang mungkin lebih cocok kalau aku panggil simbah Steve Jobs itu. Ternyata perjalanan hidup simbah Jobs sangatlah luar biasa untuk disimak untuk menjadikan kita motivasi hidup agar tidak pernah menyerah kepada hidup.

Siapa yang tidak kenal dengan brand Apple dan produk-produknya seperti iPod, iPhone, iMac, Macintosh dan yang sekarang lagi booming banget adalah iPad. Akupun sudah sejak lama memimpikan untuk bisa memiliki iMac, laptop yang menurutku paling prestisius dan eksklusif dibandingkan dengan brand lain, tentu saja tanpa bermaksud merendahkan brand lain, karena saat ini aku hanya masih bisa menggunakan brand lain dibanding brand dari Apple itu.

Ternyata nasih Steve Jobs ketika dilahirkan tahun 1955 tidak seberuntung patnernya Stephen G. Wozniak yang dilahirkan dari lingkungan orang berada. Jobs dilahirkan dilahirkan dari ibu kandung yang pada waktu itu adalah seorang mahasiswi belia yang hamil karena ”kecelakaan” dan bermaksud untuk memberikan Jobs kecil kepada orang yang ingin mengadopsinya. Ibu kandungnya yang pada saat itu masih mahasiswa bertekad agar kelak Jobs diadopsi oleh keluarga sarjana yang akan menyekolahkan Jobs hingga perguruan tinggi. Akhirnya Jobs kecil diperjanjikan akan diadopsi oleh keluarga pengacara, tapi sayangnya begitu Jobs lahir ke dunia, keluarga pengacara tersebut berubah pikiran menginginkan bayi perempuan. Karena kecewa dengan kenyataan tersebut akhirnya ibu kandung Jobs mencari daftar antrian berikutnya orang yang siap mengadopsi Jobs kecil dengan menelpon orang yang berkenak mengadopsi Jobs. Namun ternyata apa yang menjadi tekad dari ibu kandung Jobs sirna untuk berharap Jobs dapat bersekolah hingga perguruan tinggi karena ternyata wanita yang akan mengadopsi Jobs ternyata tidak pernah lulus kuliah, bahwak ayah angkatnya tidak tamat SMA. Ibu kandung Jobs pun menolak kesepakatan menandatangini surat adopsi Jobs, sikap ibu kandung Jobs akhirnya dapat melunak setelah dijanjikan bahwa Jobs akan disekolahkan hingga perguruan tinggi.

Steve Jobs adalah seorang penyendiri, karakter dalam dirinya mendeskripsikan bahwa dirinya adalah seorang yang lantang, berambisi, penuh percaya diri dan teguh pendirian. Dia tidak takut untuk berbicara dengan orang paling penting sekalipun dan dia tidak akan pernah berhenti berbicara sampai mereka memberikan apa yang Jobs inginkan. Hal ini bisa dilihat saat Jobs berumur 13 tahun, saat itu dia menelepon Bill Hewllet presiden HP dan menanyakan kepadanya apakah dia memiliki komponen yang dia butuhkan untuk frequency counter. Umur 17 tahun akhirnya Jobs benar-benar kuliah, tapi sayang dia memilih universitas yang sama mahalnya dengan Stanford sehingga menghabiskan seluruh tabungan orang tua angkatnya. Setelah enam bulan Jobs tidak dapat merasakan apa-apa dari kuliahnya, hingga akhirnya dia memilih untuk berhenti kuliah dan dia yakin itu yang terbaik. Meskipun saat itu Jobs akui sebagai saat yang menakutkan pada pidato kelulusan di sebuah univesitas, namun Jobs menganggap hal itu sebagai keputusan terbaik yang pernah Jobs ambil.

Setelah DO, Jobs langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak Jobs minati dan dia hanya mengikuti perkuliahan yang dia sukai saja. Saat kuliah itu pula Jobs tidak memiliki kamar kos, sehingga ia harus menumpang tidur di lantai kamar teman-temannya. Untuk makan sehari-hari Jobs mendapatkan uang dari hasul mengembalikan botol Coca-cola dengan pengembalian 5 sen. Jobs harus berjalan 7 mil melintasi kota setiap minggu malam untuk medapatkan makan enak di biara Hare Krishna, namun Jobs menikmati itu semua dan banyak hal yang dia temui karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi.

Karena tidak mengikuti kelas wajib maka Jobs memutuskan mengikuti kelas kaligrafi, Jobs belajar jenis-jenis huruf dan inilah yang dapat anda nikmati sekarang di laptop keluaran Apple yang memiliki jenis-jenis font yang berfariasi dan penuh dengan keindahan, bahkan perusahaan saingan Apple pun ada yang menjiplan font dari Mac.

Ok, introductionya segitu dulu ya, dari pada aku harus nulis panjang kali lebar kisah hidup sang idolaku, karena aku takut nanti malah jadi buku, padahal aku gak berniat menulis buku tapi nulis blog dan lebih dari pada itu tulisan ini juga aku sadur dari bukunya Lingga dan Nuraska kok. Ok inilah tahun-tahun dan peristiwa penting yang terjadi dalam hidup mbah Jobs menurut versiku.

1. Jobs lahir tahun 1955 tanggal 24 Ferbuari di Sillicon Valley sebuah lingkungan yang banyak mempengaruhi perkembangan hidupnya, di California, Amerika tentunya.
2. Ibu kandungnya seorang mahasiswa beli yang hamil karena ”kecelakaan”, tapi ibu kandungnya memginkan Jobs bisa dimendapatkan pendidikan hingga perguruan tinggi meskipun akhirnya gagal diadopsi oleh keluarga pengacara yang pada saat Jobs lahir berubah pikiran menginginkan bayi perempuan. Kemudia Jobs bayi diadopsi oleh seorang ibu angkat yang tidak pernah lulus kuliah dan seorang ayah angkat yang tidak pernah tamat SMA.
3. Umur 13 tahun Jobs menelepon Bill Hewllet presiden HP dan menanyakan kepadanya apakah dia memiliki komponen yang dia butuhkan untuk frequency counter
4. Umur 17 tahun Jobs kuliah dengan masuk universitas yang sama mahalnya dengan Stanford yang harus menghabiskan tabungan orang tua angkatnya, meskipun pada akhirnya Jobs DO karena merasa tidak mendapat apa-apa dari kuliahnya dan lebih memilih belajar kaligrafi di Reed College, dan karya dari kaligrafi Jobs dapat dinikmati di hampir semua produk PC dan Laptop Apple.
5. 1971 Jobs berkenalan dengN Woz saat Wozniak merancang computer pertamanya bermasa teman sekolahnya Bill Fernandez yang kemudian computer itu diberi nama Crème Soda Computer. Meskipun Jobs lebih muda 5 tahun dibandingkan Woz ternyata mereka memiliki kecocokan, terlepas dari ketertarikan mereka kepada elektronika. Tahun yang sama Jobs dan Woz membuat bisnis blue box, yaitu sebuah phone breaking yang digunakan untuk menelepon tanpa dikenakan biaya. Meskipun illegal insting Jobs dan Woz dalam bisnis telah muncul disini.
6. 1972, Jobs melanjutkan kuliah di Reed College – Oregon, meskipun setahun kemudia dia keluar dan kembali ke Sillicon Valley dan bekerja di Atari, sebuah perusahaan yang memproduksi video game.
7. 1973, Jobs dan Woz mengerjakan proyek game dari Atari dalam waktu 4 hari, 4 malam dengan dibayar US$ 700, dan dari sinilah pengalaman membuktikan bahwa sebenarnya mereka dapat bekerja sama dengan baik.
8. April 1976, Jobs melihat kesempatan pada minicomputer karya Woz yang kemudian dinamai oleh mereka Apple dan Jobs mengajak Woz untuk mendirikan perusahaan dengan modal menjual VW microbusnya Jobs dan kalkkulatornya Woz untuk membuat prototype di printed circuit board. Disinilah Apple I dilahirkan.
9. Jobs dan Woz menyanggupi permintaan dari Paul Terrell yang memesan 50 Apple untuk tokonya dalam waktu 30 hari.
10. Ditolak oleh Atari, HP dan MOS Tech.
11. Mike Markkula seorang marketing manager di Fairchild dan Intel bergabung dengan Jobs dan Woz, karena tertarik dengan visi Apple agar komputer dapat dimiliki di setiap rumah dan kantor.
12. Markkula berinvestasi US$250.000 dan memberikan kemampuan marketingnya kepada Apple dan ini berdampak besar terhadap perusahaan ini.
13. 1977, Markkula mempekerjakan Mike Scoot yang seorang product marketing di Fairchild, karena dia merasa bahwa Apple membutuhkan seorang yang berpengalam dalam menggerakan roda perusahaan.
14. Jobs, mempekerjakan Regis McKenna yang sebelumnya bekerja di Intel sebagai public relation dan advertising, dan ini ditunjukkan dengan brand Apple berada dipuncak dari pada brand lainnya saat itu dengan mendesain logo Apple serta menjadikan Apple sebagai perusahaan pertama yang mengiklankan PC di majalan konsumer untuk mendapatkan perhatian secara nasional dan mempopulerkan komputer yang berharga terjangkau.
15. April 1977, Apple II dipublikasikan di pameran komputer Wescoat, dimana Apple menyewa Stand Booth terbesar yang tepat berada di depan pintu masuk.
16. Apple berhasil menjual 4000 komputer dengan harga US$1300.
17. Penjualan Apple di tahun 1977 meraih keuntungan 50 juta dolar, hingga pada tahun 1981 penjualan meningkat hingga 335 juta dolar.
18. Juni 1978 Floppy Disk dijual (sebelumnya dikembangan oleh IBM pada tahun 1970), dan ini menjadi pembuktian perkembangan Apple.
19. 1978, Apple II didesain, meskipun akhirnya gagal karena terlalu banyak kesalahan terjadi dan computer tidak berjalan sesuai mestinya.
20. 1979, Daniel Flystra seorang programmer dari Bostong merilis Visi Calc untuk Apple II yang merupakan program spreadsheet baru pada software computer saat itu.
21. Markkula memiliki ide agar pasar Apple diperluas pada pendidikan dan sekolah dengan mendirikan Apple Foundation dengan memberikan hibah Apple System yang dilengkapi Learning Software kepada lembaga pendidikan, yang kemudia ini berdampak pada kepopuleran Apple di kalangan pelajar.
22. 1980, McKenna mengkapanyekan pada sejumlah Koran untuk menyiapkan Apple menjadi perusahaan yang serius dan menyiapkan penjualan saham pertama di akhirn tahun. 

BERSAMBUNG………..


bacaan pendukung : 
  1. Technopreneur. Lingga Wardhana dan Nuraksa Makodian. Gramedia. 2010
  2. dan berbagai sumber lain

0 Responses to “Steve Jobs "the Apple Guy"”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: