Kalau no Telpon dan HP jadi seperti domain website


Entah dari mana datangnya ide judul tulisan ini, yang pasti tiba-tiba saja datang begitu saja dalam pikiran ketika lagi ngelesi anak SMK tentang materi DNS (Domain Name Server) dan juga tenang IP Adress. 
Kalau gak salah sebenernya yang namanya domain dalam website, blog ataupun situs sejenis yang berada di internet pada hakekatnya adalah berbentuk IP address yang berupa angka-angka. Tapi karena manusia lebih gampang untuk mengingat nama dari pada angka-angka maka ditemukanlah yang seperti sekarang yang namanya domain name, atau lebih sering disebut domain. Ini ada sedikit tambahan tulisan dari wikipedia tentang domain name. Menghapal nomer memang lebih sulit daripada menghapal huruf yang tersusun menjadi nama atau domain. Akupun merasakan itu, bahwa aku kesulitan untuk menghapal banyak no HP temen, saudara atau kolega dibandingkan harus menghapal nama-nama mereka atau haruf-huruf lain dibandingkan dengan angka-angka itu. 

Nama domain (domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya “wikipedia.org”. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website.

Pada awalnya nama domain hanya dapat dituliskan dengan ke-26 abjad Latin, namun saat ini telah dimungkinkan untuk menggunakan abjad asing dengan Internasionalisasi nama domain.[sumber tulisan]

dan kalau yang dibawah ini adalah tentang sejarah dari domain name server itu sendiri,  
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan anama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat dianalogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP addressPengertian DNS(Domain Name System)Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP(Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:


  • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  • Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  • Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.  

Struktur DNS Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya: 

a) Root Level Domain Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”). 

b) Top Level Domain (TLD) Top Level Domain adalah domain pada level teratas di bawah root (.). Ada tiga pengelompokkan Top Level Domain: 1. Domain Generik Terdiri atas 7 domain yaitu :  

  • com Untuk organisasi komersial. contoh: ibm.com, sun.com.   
  • net Untuk organisasi/perusahaan penyedia layanan jaringan/Internet. contoh: internic.net, nsf.net.  
  • gov Untuk lembaga/organisasi pemerintahan. contoh: whitehouse.gov, nasa.gov.   
  • mil Untuk badan/organisasi militer. contoh: army.mil.  
  • org Untuk organisasi non-komersial. contoh: linux.org.  
  •  edu Untuk lembaga pendidikan. contoh: mit.edu, berkeley.edu. g 
  • int Untuk organisasi Internasional. contoh: nato.int.   

Selain 7 domain di atas ada lagi 7 domain baru dari ICANN (www.icann.org) yaitu: 

  • aero Untuk industri atau perusahaan udara.  
  • biz Untuk perusahaan atau lembaga bisnis. 
  • coop Untuk perusahaan atau lembaga kooperatif  
  • info

Untuk penggunaan umum. l. museum Untuk museum. m. name Untuk registrasi bagi penggunaan individual/personal. n. pro Untuk para profesional seperti: akuntan, dan lain-lain. 2. Domain Negara Merupakan standar pembagian geografis berdasarkan kode negara. Contoh: id untuk Indonesia, au untuk Australia, uk untuk Inggris, dan lain-lain. Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level-level di bawahnya yang diatur oleh NIC dari masing-masing negara, untuk Indonesia yaitu IDNIC. Contoh level bawah dari id yaitu net.id, co.id, web.id.3. Domain Arpa Second-Level Domains Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Zulfanruri, zulfanruri.com terdapat komputer (host) seperti apel.zulfanruri.com dan subdomain kates.zulfanruri.com. Subdomain kates.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti apel.training.bujangan.com. 

Host Names Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat kates.zulfanruri.com, dimana kates adalah host name dan zulfanruri.com adalah domain name. 

Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. Tiap domain yang tergabung ke Internet berhak memiliki name-space .in-addr.arpa sesuai dengan alamat IP-nya. [sumber tulisan]


Dan kalau pengen tau yang lebih lengkap silahkan baca tulisan lain yang lebih lengkap, saya anjurkan untuk membaca di wikipedia, karena saya disini tidak akan membicarakan panjang lebar tentang domain name server, tapi saya kepikiran seandainya no HP dan no telpon itu diganti dengan domain selayaknya domain pada website, blog, dan sebangainya yang pake com, net, edu, dll. Jadi, mungkin kita akan lebih mudah dalam menginat domain hp atau telpon dibandingkan harus menghapal no telpon ataupun no HP temen atau sodara kita. Jujur aku juga mengalami kesulitan untuk harus menghapal semua no telpon dan HP yang ada di phonebook hpku. 

Aku pikir mungkin someday no telpon atau no HP akan diganti dengan domain hp atau telpon kali ya, siapa tahu. Mari kita tunggu perubahan itu, atau kalaupun aku bisa dan punya partener akupun mau menciptakan domain hp untuk menggantikan no hp dan telpon yang sudah ada agar kita lebih gampang menginat domain hp temen dari pada no HP temen2 kita. Mungkin domain HPku kelak akan berubah menjadi id.edus.ph (“id” means the location of country the phone numbers set, and “ph” means phone), yah kalau bukan aku yang menciptakan domain hp mungkin anak-anakku kelak atau cucu-cucuku kelak yang menemukan/menciptakan domain hp, someday that will be a real thing, amien.

0 Responses to “Kalau no Telpon dan HP jadi seperti domain website”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: