Jalan-jalan ke Qaryah Thayyibah Salatiga

Sabtu, 14 Mei 2011, jam 04.00 WIB di kamar kos

Tumben hari ini aku bangun pagi, ya ini bener-bener pagi karena semalem aku gak bergadang jadi bisa bangun pagi dan memang ini aku rencanakan untuk bangun pagi sepagi-paginya. Rencanaku hari Sabtu ini aku mau ke Salatiga untuk maen ke Desa Kalibening, tepatnya ke sekolah alternatif Qaryah Thayyibah yang ada di desa itu. Aku sudah tau desa itu tapi belum pernah maen ke sana apa lagi maen ke sekolah alternatif yang satu ini. Perjalananku kali ini bukan untuk wisata atau sekedar jalan-jalan tapi untuk sebuah tujuan mulia dalam rangkan menyelesaikan tugas akhir kuliah (dibaca “skripsi”). Aku berencana ngembil setting lokasi penelitian di sekolah alternatif ini. Sekolah ini menurutku unik karena ini anak-anak yang belajar di sini lebih memilih belajar di tempat belajar yang bukan sekolah seperti pada umumnya sekolah. 
Aku kembali dulu ke kamar kos, bangun pagi kali ini sebenernya masih ngantuk banget. Aku bangun dibangunkan someone special ini my life lewat miskol, cewekku ngengetin aku harus bangun pagi untuk persiapan ke Salatiga. Seperti biasa setiap aku kudu bangun pagi selalu saja neng Chica yang membangunkan aku dari HPnya. Bangun dengan mata masih riyip-riyip terus ngambil alat mandi dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Harusnya pagi ini aku kudu setor harian tapi gak tau kenapa pagi ini aku paksain keluar tapi tu veses gak keluar-keluar apa karena kedinginan jadi gak mau keluar ya (heheheh). Setelah mandi terus prepare, tidak lupa sarapan dulu dengan mie instan goreng dengan nasi yang semalem udah aku masak khusus untuk pagi ini. Setelah siap kira-kira jam 5.00 aku ke kos cewekku untuk jemput dia, ya aku pagi ini berangkan dengan neng Chica yang sepesial aku minta untuk nemenin aku ke Salatiga. Ternyata neng Chica dah siap untuk berangkat (kan dia yang mbangunini aku pagi ini). 
Udara diluar dingin dan juga gerimis rintik-rintik. Aku memang sengaja berangkat pagi-pagi karena aku belum pernah satu kalipun datang ke sekolah alternatif ini dan aku gak tau jalan ke arah sana, meskipun ternyata jalan ke Qaryah Thayyibah (QT) mudah untuk dicapai. Gak tau berapa menit perjalan pagi ini, karena aku gak memperhatikan jam pagi itu, yang pasti aku sampe di QT sekitar jam 7.30an. Aku Sengaja berangkat pagi karena dari buku yang aku baca di QT mulai pembelajaran pukul 6.00 untuk setiap harinya. Sebelum nyampe di QT seperti halnya orang yang baru pertama kali menuju sebuah lokasi yang masih asing tentu saja diwarnai dengan kesasar bahkan kebablasan beberapa kilomenter ke desa laen. Tapi gak masalah, setelah muter-muter dengan petunjuk arah yang aku tanyakan ke beberapa masyarakat yang pagi itu sedang sibuk nyapu halaman, dan nongkrong-nongkrong di pinggir jalan, akhirnya aku dan neng Chica sampe juga di QT untuk pertama kalinya. 
Ternyata bener apa yang dikatakan dalam buku bahwa di sekolah ini tidak ada ruangan khusus atau gedung sekolah seperti halnya sekolah reguler.Yang ada adalah sebuah rungan atau gedung yang biasanya digunakan untuk kumpul warga dan untuk belajar siswa-siswi QT. Oh ya, untuk mengenali sekolah ini hanya ada sebuah papan nama yang tertulis 
Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah
LUMBUNG SUMBER DAYA QARYAH THAYYIBAH 
di Paguyuban Petani Berkah Alam
alamat : Kel. Kalibening Kec. Tingkir Kota Salatiga Jawa Tengah
Tanpa ada tulisan sekolah alternatif atau yang berhubungan dengan sekolah laennya kan papan namanya. Dari tulisan itu sebelahnya ada gang kecil aku masuk gang itu dan dibelakang sebuah bangunan kelas seperti kelas anak-anak PAUD yang ada papan nama Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (seperti gambar) itu belakangnya persis adalah rumah bapak Bahrudin. Bapak Bahrudin ini adalah penggagas sekaligus yang sekarang sebagai penanggung jawab, kalau dalam istilah sekolah reguler adalah kepala sekolah tapi di QT gak ada kepala sekolah, karena mereka berpandangan semua adalah kepala sekolah. Setelah tanya warga yang sedang nyuci motor di depan sebuah masjid kecil aku ditunjukkan rumah bapak Bahrudin. Langsung saja aku sowan ke rumah bapak Bahrudin dengan disambut oleh mungkin salah satu alumni atau santri yang belajar di QT karena tampilan dandanan dari pemuda yang menyambut aku itu berpecis putih dan sedang menyapu ruang tamu yang kemudia dijadikan tempat menyambut aku dan neng Chica oleh bapak Bahrudin. 
Dengan segala hormat aku memperkenalkan diri dan juga neng Chica ke pak Bahrudin dan juga menyampaikan maksud kedatangan kami ke sekolah tersebut. Pak Bahrudin sangat welcome menyambut kedatangan kami, dan tanpa banyak babibu kami diceritakan sedikit tentang QT, tapi karena pagi itu sebenernya pak Bahrudin sendang Olahraga maka kami memutuskan untuk tidak mengganggu dulu aktivitas pak Bahrudin pagi itu, dan kami diberikan petunjuk untuk menemui salah satu pendamping belajar di QT yaitu Mas Muntaha, ya saya panggil mas karena beliau masih muda (baru lulus kuliah 2009 kemaren). Setelah diberikan kontak mas Muntaha saya meminta ijin ke pak Bahrudin untuk jalan-jalan dan mengamati lingkunagn sekitar tempat belajar siswa-siswa QT disini. Setelah mendapatkan ijin aku dan neng Chica keburu-buru ke WC masjid karena pagi itu sudah sekian menit yang lalu dari perjalan nyari Pom Bensin gak nemu-nemu untuk sekedar pipis (udah kebelet). Oh ya, sebelum berkeliling aku diberitahu bahwa nanti sekitar jam 8-9 akan ada acara gelar karya siswa QT di gedung pertemuan yang merangkan sebagai tempat belajar, ya juga perpustakaan yang berisi banyak buku lokal (bebahasa Indonesia) dan buku-buku berbahasa Inggris serta juga ruang kumpul masyarakat. 
Gak tau jam berapa acara gelar karya pagi itu mulai karena tadinya menurut pak Bahrudin jam 8-9 mulai tapi karena aku gak kepikiran ngamati jam di HP jadi aku gak tau mulainya jam berapa. Sebelum acara mulai aku berjalan-jalan di lingkungan sekitar, suasana di sana tidak jauh berbeda dengan suasanan di desa Pabelan Mungkid Magelang tempat dulu aku menggali ilmu, bahkan bangungan rumah penduduk juga hampir sama dengan di desa Pabelan Mungkid Magelang sana. Setelah berkeliling sejenak aku juga ikutan nimbrung ke beberapa siswa yang sedang asik ngobrol dan salah satu dari mereka juga asik maenan leptop kecil (dibaca “netbook”)nya. Siswa yang cewek namanya Nuri (kecil) dan Een (gemuK), sedangkan yang cowok gemuk namanya Agung. Aku tanya-tanya dan ngobrol-ngobrol sedikit banyak tentang sekolah mereka ini. Dari Obrolan dengan mereka dan juga dari obrolan dari pak Bahrudin sewaktu pertama kali tiba aku jadi tahu bahwa sebenernya mulai pembelajaran di sekolah, mungkin tepatnya komunitas/kelompok belajar Qaryah Thayyibah adalah sekitar jam 8-9 dan bahkan bisa berubah-ubah terserah dengan siswa-siswanya mau mulai belajar jam berapa. Ini jauh berbeda dengan apa yang tertulis di buku yang aku baca yang katanya mulai pembelajaran jam 6 pagi hingga selesainya jam 13.30. Dari obrolan dengan pak Bahrudin dan juga temen-temen baruku pagi ini, aku juga tau bahwa kondisi Qaryah Thayyibah tidak lagi seperti dulu waktu pertama-tamanya ada komunitas belajar ini, seperti apa  yang ada dalam buku yang aku baca. 
Salah satu yang menjadi ciri khas dari QT seperti yang adalah dalam buku dan juga beberapa tayangan yang aku unduh di yutub adalah Pemancar setinggi sekitar 40 meter itu sekarang sudah tidak ada. Pemancar inilah yang di dalam buku diberitahukan menjadi salah satu ciri khusus yang membedakan QT dengan rumah-rumah warga sekitar, yah meskipun QT sendiri senernya adalah tempat belajar yang bertempat di rumah-rumah penduduk sekitar yang anak-anaknya belajar di QT. Aku juga kenalan dengan beberapa temen-temen baru di QT yang jago maen musik dan tergabung dalam kelompok musik. Mereka jago maen gitar dan keybord juga jimbe  (alat musik khas untuk musik rege). Dari mereka aku mendapatkan info kenapa mereka memilih masuk ke QT dari pada ke sekolah reguler dan jawaban yang menurutku asik adalah jawaban si Agung Endut “biar gak mikir” katanya kalau di sekolah reguler kan harus mikir belajarlah ini lah itu lah, tapi kaalau di QT mereka gak perlu mikir itu, karena semua yang mereka lakukan adalah belajar. Dari obrolan aku dengan mas Muntaha aku jadi tau bahwa meskipun anak didik disini tidak masuk pelajaran bukan berarti mereka mbolos atau malas tapi mereka itu belajar, belajar tentang apa saja yang mereka mau. Siswa disini dibebaskan untuk belajar apapun tanpa harus dituntut untuk belajar ini belajar itu, harus gini harus gitu. Bahkan bagi anak-anak yang pengen belajar hal baru mereka bisa dengan mudah mengaadakan kelompok belajar itu, seperti yang baru aku lihat di papan informasi akan diadakan kelompok belajar disen grafis dan beberapa anak yang tertarik sudah menuliskan nama mereka di selembar kertas yang tertempel di papan informasi itu. Di samping papan informasi ada sebuah papan tempat untuk bermuhasabah atau refleksi atau apalah aku lupa namanya ik, pokoknya disitu siswa yang mendapatkan giliran diminta untuk menulis tentang apapun kemudian setelah sholat duhur mendapatkan masuk dari temen-teman yang laennya kemudian masukan dan kritikan itu ditulis dan ditempel di bawahnya tulisan yang diberikan kritikan tadi. 
Dalam gelar karya pagi ini temen-temen yang belajar di QT boleh menampilkan apapun kreasi yang mereka miliki, ada yang bermain alat musik, menyanyi, membuat kreasi tas dari bahan karung, hasta karya dari kardus, hasta karya dari kaleng yang jadi celengan duit, drama komedi, dan juga ada yang membuat cerpen dan masih banyak yang laennya lagi terserah dari kreasi mereka bahkan pagi itu ada salah seorang siswa yang menyanyikan sebuah lagu karyanya sendiri (pa gak hebat itu, aku aja gak bisa og). Dan dalam gelar karya kali itu wali murid juga diundang untuk hadir tapi gak tau kenapa waktu itu yang datang cuman satu wali murid dan aku juga dapat kesempatan untuk ngobrol bapak Ridwan (begitu nama beliau yang ngakunya wali murid itu) dan ternyat beliau memang wali murid dari salah seorang siswa di QT, tadinya aku juga gak yakin dengan tampang beliau yang ngakunya wali murid itu, tapi setelah tau anak beliau aku jadi yakin kalau beliau adalah wali murid yang sedang belajar di QT.
Gelar karya kali itu selesai sekitar jam 11 lebih dengan ditutup oleh lagu dari kelompok musik. Sebelum pulang ternyata seperti kata pak Bahrudin pada awal jumpa pagi itu, kata beliau juga ada beberapa mahasiswa yang katanya hendak penelitian di QT dan itu benar karena siang itu setelah acara selesai ada dua cewek yang belum sempat aku kenalan dengan mereka yang hendak mengambil data dan sedang ngobrol (mungkin wawancara) dengan mas Muntaha. Sebenernya pagi itu di QT aku ngantuk banget, mana udara dingin banget, dan beberapa kali aku harus ke kamar mandi karena beser harus pipis dan pipis lagi, hawanya hampir sama dengan Pabelan, enak kalau buat tidur dari pagi sampe sore (heheheheh). Setelah pamitan dengan mas Muntaha yang sedang sibuk diwawancara oleh cewek mahasiswa yang gak tau dari unive mana, tapi kalau dilihat tampilanya kayak dari salah satu unive swasta keguruan yang ada di semarang kalau gak unive keagamaan yang ada di Salatiga seh (ngarang).  Sebelum pulang aku tidak lupa pamitan dengan pak Rudin yang yang sedang ngobrol dengan pak Ridwan di ruang tamu rumahnya itu dan berterima kasih karena telah menerima dengan tangan terbuka kedatangan kami dan maksud kedatangan kami pagi itu, dan aku juga waktu pertama datang menyampaikan maksud untuk mengambil gambar di QT untuk tugas video yang belum sempat aku dan temen-temen pikirin. 
Sebenerny masih banyak yang pengen aku tulisa soal QT, tapi karena aku harus mengembalikan leptop ini ke neng Chica, karena dia mo garap tugas dan aku juga harus garap tugas Pemasaran Produk yang besok kamis (19/05/11) kelompokku maju untuk laporan hasil analisis pasar salah satu produk MLM kesehatan wanita. Jangan tanya soal prestasi, karena dalam gelar karya tadi juga diberitahukan akan ada salah satu alumni yang akan ikutan pameran lukisan di Jakarta dengan hasil karya yang pagi itu ditunjukkan di gelar karya. Karya mereka bagus-bagus dan luar biasa, bahkan ada yang sudah dapat royalti dari hasil tulisan novelnya yang sudah pernah dibaca oleh neng Chica, penulisnya namanya Vina dan pagi itu si Vina itu juga datang untuk menonton gelar karya. 
Okeh sekian dulu tulisan dariku tentang QT meskipun masih banyak yang belum aku tuliskan disini. Tapi kalau temen-temen penasaran dengan QT dalam waktu dekat aku juga mau kesana lagi kali aja ada yang mau ngikut bisa bareng ma aku biar kalian tau seperti apa aktivitas disana, tapi jangan harap akan menemukan suasana seperti yang ada di buku 100%, karena pembelajarn dan suasana disana berubah-ubah dengan kesepakatan dari siswanya. Ukeh gitu dulu, see you next posting…………… gracias, ADIOSSSSSSSS…
beberapa video tentang Qaryah Thayyibah dari Yutub
NB : Maaf fotonya cuman dua karena yang laen rada blur gara-gara kameranya dapet yang paling kurang

2 Responses to “Jalan-jalan ke Qaryah Thayyibah Salatiga”


  1. 1 Lucia astri July 21, 2012 at 4:22 am

    Qaryah Thayyibah memang keren..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: