berbagi kopi dengan semut

Sedikit cerita dari pinggir jalan waktu aku mudik kemaren hari jumat tanggal 8 April 2011.
Perjalanan dari Semarang ke rumah biasanya aku tempuh dengan waktu 2-2,5 jam dengan kecepatan 60-80 KM/jam. Tapi kali itu beda, aku pengen menikmati perjalan pulangku kali itu. Dengan seperda motor yang selalu menemani mobilitas kegiatanku di dalam dan luar kampus juga yang setia menemani aku pulang pergi ke Pekalongan-Semarang PP. Meskipun sepeda motor buatan tahun 97 tapi kekuatan dan daya tahan motor yang satu ini tidak bisa dianggap enteng cuy, dan itu terbukti dengan masih kuat dan tangguhnya motor ini aku kendarai muter2 pulau jawa. 
Oh iya, kembali lagi ke cerita, singkat cerita dalam perjalan panjang pulang ke rumah aku selalu menyempatkan diri untuk singgah dan beristirahat sejenak di pinggir jalan di tengah alas roban. Disana dipinggir-pinggir jalan kan ada beberapa tempat jualan yang kosong alias tidak ditempati untuk berjualan para pedagang pinggir jalan yang biasanya mangkal disana, nah tempat itu yang aku gunakan untuk sekedar sejenak istirahat sambil sarapan roti yang aku beli di Cepiring pagi itu. Sambil sarapan roti sisir (tapi heran deh kok bentuknya gak kayak sisir itu roti ?), tidak lupa ngopi dan juga sedikit menghembuskan asap rokok yang sekalian kemaren aku beli dengan roti di warung alfa pinggir jalan Cepiring. 
Lagi enak-enak makan roti simbil ngopi kok tiba2 di atas tempat minumku ada semut yang mencoba untuk menghirup manisnya kopi hitam buatanku sendiri. Ya maaf-maaf aja itu kan tempat minum aku jadi yo secara otomatis dan dengan tanpa mengurangi rasa hormatku kepada semut itu, aku angkat semut itu untuk minggir dari tempat minumku, takut tar semutnya ikutan masuk ke kerongkonganku kan tambah repot, moso mau pulang jadi malah sarapan semut dalam kopi. Sebenernya semut itu rada protes waktu aku angkat dari tempat minum itu. Dia bilang “woi…woi !! aku kan juga mo minum bang!, bagi dikit kek, aku juga haus neh“. Aku juga kaget kok semut ini bisa ngomong sama aku, terus kok bisa seh aku denger suara semut protes, tidak seperti biasanya semut-semut yang aku bantai bila mendekati atau bahkan mencoba menikmati makanan-makananku. Karena kaget dengan teriakan semut itu aku jawab aja “iye bentar aku lagi minum neh” . Tapi karena rokok di tangan sudah habis so aku harus segera cabut dari tempat itu jadi aku bergegas merapikan semua perlengkapan yang tadi aku tanggalkan dan segera kembali melanjutkan perjalan pulangku, tapi tidak lupa aku juga berbagi kopi dan roti dengan semut itu, aku tuangkan kopi dan berikan sepotong roti untuk semut itu sambil bilang “ini cuy roti dan kopinya, selamat menikmati, tapi sory aku harus melanjutkan perjalan, jadi gak bisa nemenin kamu sarapan“. Lalu si semut jawab “iye brow, selamat menikmati perjalan pulang ente ya, salam buat keluarga lu“. Than aku melanjutkan perjalan pulangku dan sampelah di rumah kira2 pukul 9.30an dah. 
Itulah sedikit kisah yang terjadi dalam perjalan pulangku kemaren

0 Responses to “berbagi kopi dengan semut”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: