Skripsi : Harus dipikirkan ato biar waktu yang menemukan ?

berawal dari kegundahan hati akan satu kata ini, dan hanya untuk niat berbagi pengalaman…
Skripsi, siapa yang tidak pernah mendengar kata yang satu ini ? ya skripsi bagi sebagian orang mahasiswa menjadi momok yang sangat menakutkan ketika masa2 akhir perkuliahan sudah di depan mata. Setelah pelaksanaan PPL (praktek pengalaman lapangan) bagi mahasiswa kependidikan ato PKL bagi mahasiswa non kependidikan dan setelah KKN (kuliah kerja nyata) berlangsung kini giliran untuk memikirkan tentang skripsi
Apa itu skripsi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. Kalo boleh aku tambahi untuk mendapatkan gelar S1 (sarjana), sedangkan untuk S2 (untuk mendapatkan gelar master) disebut tesis dan untuk mendapatkan gelar doktor (S3) disebut dengan disertasi. Terus apa bedanya dari ketiga tulisan itu ? dalam  blog tetangga mengatakan..
untuk disertasi, mahasiswa S3 memang diharuskan untuk menemukan dan menjelaskan teori baru. Sementara untuk tesis, mahasiswa bisa menemukan teori baru atau memverikasi teori yang sudah ada dan menjelaskan dengan teori yang sudah ada. Sementara untuk mahasiswa S1, skripsi adalah “belajar meneliti”.[sumber tulisan]
dari situ saya setuju banget tentang perbedaan keduanya, eh ketiganya maksudnya. 
Jadi kalo menurut penjelasan saya setalah menemukan tulisan diatas adalah bahwa kalo S1 itu kita mendapatkan tugas akhir yang biasa disebut dengan srkipsi, yang mana dalam taraf ini kita hanya dituntut untuk belajar meneliti sesuatu kemudia menuliskanya dalam sebuah karangan ilmiah yang nantinya akan diujikan untuk mendapatkan gelar sarjana (S1). 
Sedangkan untuk S2 yang kemudian skripsi disini berubah nama menjadi tesis merupakan sebuah usaha kalo bisa menemukan teori baru atau usaha untuk memverifikasi teori yang sudah ada kemudia teori ini dijelaskan dengan teori yang sudah ada sehingga pada akhirnya dapat diambil kesimpulan akan sesuatu hal yang menjadi pokok bahasa pada tesis ini. 
Disertasi merupakan sebuah tugas akhir dari seseorang yang sedang menumpuh usaha untuk mendapatkan gelas S3 atau biasa disebut Doktor, inget dokto sama dokter beda ya. Kao doktor itu dilambangkan dengan singkatan “Dr.” sedangkan untuk dokter dilambangkan dengan singkatan “dr.” (hurup D-nya kecil untuk dokter). Nah, sekarang sudah mudeng kan tentang penjelasan ketiga kata itu ? kalo sudah mudeng sekarang mari ijinkan saya melanjutkan tulisan ini. 
Sebenarnya inti dari tulsian ini adalah apakah perlu skripsi itu dipikirkan dari sekarang, dari jauh2 hari sebelum waktunya datang ? setelah saya menemukan jawaban dari pertanyaan satu itu saya menemukan satu kenala lain yaitu aku tidak dapat ide untuk judul sebuah skripsi. Dari sini masalah muncul, bagaimana saya mau mulai menulis ketika saya gak tau apa yang harus saya tulis ? menulis skripsi sangat berbeda dengan menulis blog ini.
Setelah bingung dengan judul ada pertanyaan dari temen2 “lah kamu temanya apa ?” tentu saja aku jawab temanya Teknologi pendidikan, setalah itu muncul lagi “teknologi pendidikan kan punya kawasan yang luas” yang dapat aku kaji. Dari sini bingung lagi mo membahas kawasan yang mana dari kelima kawasan itu ? 
Memang kenapa seh harus milih dari kawasannya ? itu pertanyaan yang muncul, kemudian setelah mengikuti kuliah tentang penelitian maka aku temukan jawabannya bahwa dalam menulis skripsi itu harus lebih sempit, jangan terlalu luas untuk membahas suatu hal, misal kita bahas tentang Pendidikan, bahwanya dipersempit pendidikannya aku mo bahas tentang Teknologi Pendidikan, dari sini dipersempit lagi menjadi 5 kawasan yang harus dipilih salah satu, setelah menemukan satu kawasan dari kelima itu aku pun harus mempersempit lagi mendaji kawasan yang lebih sepesifik untuk dibahas dalam sebuah tulisan yang disebut ilmiah nantinya. Tapi setelah kita mempersempit  bahasa skripsi kita kenapa kita harus menjabarkan menjadi lebih lebar lagi ? (adi tambah mumet aku, judul aja belum aku dapatkan, masih bingung antara skripsi kawasan pengembangan  atau pemanfaatan yang akan aku pilih ? 
Ya, semog aja setelah nuli tulisan ini aku mendapatkan ide untuk segera membuat skripsi, setidaknya sambil KKN bisa sambil nyambi nulis ngalor-ngidul, ngetan-ngulon skripsinya, sehingga setelah KKN aku bisa lebih free dan tidak tertekan memikirkan tugas akhir ini. Selain itu itung-itung agar tidak ketinggalan dengan temen2 yang laen yang sudah pada mendapatkan judul dan mulai menulis proposal skripsinya itu. Ayo berfikir, ayo berfikir, ayo berfikir !!!! temukan ide-ide itu Edus !!!
AYO AKU PASTI BISA !!!!!

0 Responses to “Skripsi : Harus dipikirkan ato biar waktu yang menemukan ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: