Cinta atau Nafsu ?

Lelaki sering diidentikkan dengan istilah “omes (otak mesum)” atau penuh nafsu apalagi jika melihat sang hawa yang aduhai seksinya seolah ingin dimilikinya meski hanya dalam bayangan saja. Ya, itu bisa menjadi bagian dengan apa yang dikatakan nafsu sesaat. Lantas, bisa jugakah di katakan jatuh cinta? Dan apa yang membedakan jatuh cinta, atau nafsu kah itu? Cinta dan nafsu memang saling berkaitan erat.
Kekuatan pendorong imperatif seksual menjembatani kesenjangan antara gaya otak yang hampir tidak sesuai dari kedua jenis kelamin. Jadi nafsu dapat dilihat sebagai salah satu ujung kontinum yang luas, yang mungkin atau mungkin tidak berujung pada cinta romantis.
Dan cinta adalah emosi manusia yang paling atas – transendental, agung dan mampu melahirkan keadaan emosional yang dapat membuat lelaki ingin “menjadi laki-laki yang lebih baik. ”
Lelaki berperang atas nafsu, tetapi mereka membuat rumah dan keluarga demi cinta. Berikut tips dari Lelaki CyberNews untuk membantu Anda menyelesaikan masalah cinta ataukah nafsu?
Cinta jika:
Hanya dia yang tercantik. Anda ingin menatap dia selama mungkin karena menurut Anda dia lah yang tercantik meski ada banyak wanita di sekeliling Anda. Bahkan jika Anda melihatnya tanpa make-up dan rambutnya diikat ke belakang sementara dia sedang mencuci, ia masih terlihat cantik untuk Anda.
Anda ingin menghabiskan waktu dengannya. Jika Anda ingin pergi dengan teman-teman Anda, Anda ingin dia mendampingi Anda. Saat dia tidak disamping Anda, Anda tidak bisa melepaskan dia dari pikiran Anda dan menyelinap untuk memberinya panggilan telepon cepat “I miss you”. Tentu saja, Anda tidak memberi tahu teman-teman Anda.
Anda lebih romantis. Semua seolah terasa indah saat bersamanya. Tiba-tiba Anda menemukan diri Anda sering merangkai puisi cinta untuk membuat dia tersenyum atau mendengarkan lagu-lagu romantis murahan dan memikirkan dirinya. Anda mengirim bunga dan surat cinta dan mengatur makan malam romantis diterangi lilin malam di rumah.
Anda selalu membelanya. Jika ada orang lain yang mengatakan hal yang kurang cocok dengan hati Anda atau hal yang meremehkan tentang dirinya, Anda segera membelanya. Selain itu, dalam hal tertentu, Anda selalu setuju dengannya, bahkan jika Anda tidak setuju di balik pintu tertutup.
Anda memiliki chemistry. Anda merasa ada suatu keterikatan batin dengan dia sehingga anda pun merasa cocok dengannya. Saat Anda tersesat dalam percakapan Anda, dan jam berlalu seperti menit. Anda lebih dari bersedia mendengarkan dia ketika dia berbicara tentang harinya. Chemistry tercipta, Anda berpikir dia adalah soulmate Anda.
Anda memperkenalkannya kepada keluarga Anda. Ini menjadi sangat penting untuk Anda bahwa orang tua Anda menyukai dia, dan bahwa dia akrab dengan setiap orang yang dekat dengan Anda.
Anda melihat masa depan bersama. Dengan kecocokan yang Anda ciptakan berdua membawa impian untuk menatap masa depan bersama pula. Dan Anda mengalami perasaan aneh bahwa hidup Anda akan menjadi benar-benar hampa tanpa dia. Anda memberitahu teman-teman dan keluarga Anda bahwa ia seolah “The One”.
Dia membuat Anda ingin menjadi orang yang lebih baik. Dirinya selalu memotivasi Anda untuk menjadi yang terbaik (lebih baik) dan Anda merasa tertantang. Dia membuat Anda bahagia, dan Anda akan melakukan apa pun untuk membuatnya selalu ceria.
Sedangkan nafsu jika… [sumber tulisan]

0 Responses to “Cinta atau Nafsu ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: