Kawasan Teknologi Pendidikan/Pembelajaran

Awal2 semester lima kemaren temen2 di jurusanku, yaitu jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan gempar dengan munculnya prodi baru di Fakultas Teknik, yaitu prodi Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi atau bahasa SMSnya prodi Pendidikan TIK.  Hari senen pertama aku masuk kuliah sebenernya aku gak tau ada kemunculan prodi itu, tapi hari kedua waktu itu hari selasa aku kuliah aku baru lihat ada spanduk besar terpampang di pinggir jalan yang inti isinya “selamat dan sukses atas kemunculan prodi Pendidikan TIK di FT”. Nah, langsung deh, temen2 pada gempar semua, tapi sebenernya gak semua seh, lebih tepatnya sebagian, yang ngakunya perduli dengan jurusan. Tapi whatever, kita lanjutin lagi, akhirnya kita ngobrol2 ma beberapa temen waktu itu di taman kampus membahas masalah spanduk itu, dan berhubung aku masih menjabat sebagai ketua Hima Kurtekdik 2009 maka aku harus mengambil tindakan, waktu itu dalam pikirianku terbesit untuk mengadakan audiensi dengan birokrasi jurusan. Jujur secara pribadi seh aku gak terlalu khawatir dengan kemunculan prodi baru tersebut, toh, ada tidaknya prodi baru tersebut semua masih tetep bisa jalan, dan malahan menjadi tantangan buat aku untuk lebih menunjukkan bahwa aku juga bisa, meski secara jujur aku gak begitu tertarik dengan pekerjaan sebagai guru, apalagi guru TIK yang katanya itu wilayah garapan anak2 TP. Tapi mau bagaimana lagi, berhubung aku juga ketua Hima, maka aku harus bisa menganpirasi semua yang dibutuhkan dan diinginkan oleh temen2 mahasiswa.

Ngomong2 soal pekerjaan sebenernya TP itu mempunyai kawasan pekerjaan yang sangat luas dan banyak tersebar dimana2,baik itu di instansi, pemerintah pusat, atau pun daerah. Sebagai contoh nyata banyak banget alumni TP UNNES yang bekerja gak cuman jadi guru, ada yang jadi pemain film (walau sekarang masih jadi pigura), ada yang jadi DPR, ada yang jadi TNI, ada yang jadi Wartawan, ada yang jadi Ustad, ada yang jadi Pengusaha, ada yang jadi Dosen dan tentu saja ada yang jadi Guru seperti cita2nya dulu. So buat apa seh sebagai mahasiswa TP kita kok harus khawatir besok mo kerja apa. Aku masih inget kata2 dari Bapak Kyai dulu waktu masih di ma’had, beliau berkata “Jangan takut tidak dapat pekerjaan, karena pekerjaan itu seperti judul lagu. Sudah berapa Ratus juta judul lagu yang tercipta ? dan akan ada berapa Ribu milyar lagi judul lagu yang akan tercipta ?”. Jadi menurut pemahaman yang aku tangkap soal istilah yang dipakai oleh Bapak Kyai waktu itu adalah, Pekerjaan itu bagai judul lagu, lagu itu bisa aja hanya mengaransemen ulang lagu yang sudah ada, atau bahkan menciptakan lagu baru. Seperti itulah pekerjaan yang ada di dunia ini. Sekarang mah tergantung dengan kitanya ajah, kita mo gimana. Apa mau mengaransemen ulang pekrjaan yang sudah ada, atau kita menciptakan sebuah lapangan pekerjaan baru yang akan menggemparkan dunia persilatan kita nanti ? silahkan.

Nah, masuk ke dalam kawasan TP, kawasan TP menurut buku yang aku baca dan pelajari pada semester satu perkuliahan kemaren ada lima, yaitu :
1.    Desain
2.    Pengembangan
3.    Pemanfaatan
4.    Pengelolaan, dan
5.    Penilaian atau Evaluasi

Nah, kelima kawasan TP di atas itu diambil dari definisi Tp pada tahun 1994. Nah, ngomong2 soal TP, berarti ngomong soal BELAJAR. So, menurut enyong-e ya, klo mahasiswa TP gak bisa belajar,males belajar, atau sulit belajar itu namanya bukan mahasiswa TP. Karena pada dasarnya TP itu berhubungan erat dengan yang namanya belajar serta segala hal yang berhubungan dengan BELAJAR itu sendiri, baik itu lingkungan, fasilitas atau pun individu itu sendiri.

1.    Kembali lagi ke kawasan TP. Kawasan TP yang pertama yaitu Desain, dalam kawasan yang pertama ini dalam buku yang aku pelajari pula, desain mempunyai empat sub kategori, yaitu ;

·    Desain Sistem Pembelajaran
·    Desain Pesan
·    Strategi Pembelajaran, dan
·    Karateristik Pebelajar

Untuk masing2 sub kategori pada masing2 kawasan disini aku tulis pengertianya saja, untuk penjabaranya silahkan sobat2 jabarkan sendiri.

–    Desain Sistem Pembelajaran : adalah prosedur yang terorganisir yang meliputi langkah-langkah penganalisaan, perancangan, pengembangan, pengaplikasian dan penilaian pembelajaran.
–    Desain Pesan, meliputi “perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan” (Grabowski, 1992 :206), yang mencakup prinsip perhatian, persepsi dan daya serap yang mengatur penjabaran bentuk fisik dari pesan agar terjadi komunikasi antara pengirim dan penerima.
–    Strategi pembelajaran : adalah spesifikasi untuk menyeleksi serta menguratkan peristiwa belajar atau kegiatan pembelajaran dalam suatu pelajaran.
–    Karakteristik Pebelajar : adalah segi-segi latar belakang pengalaman pebelajar yang berpengaruh terhadap efektifitas proses belajarnya.

2.    Kawasan Pengembangan
Pengembangan sendiri mempunyai arti proses penterjemahan spesifik desain ke dalam bentuk fisik. Kawasan kedua ini meliputi empat sub kategori, yaitu :
–    Teknologi Cetak : adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan, seperti buku-buku dan bahan-bahan visual yang statis, terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografi.
–    Teknologi Audiovisual : merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyampaikan pesan-pesan audio dan visual.
–    Teknologi Berbasis Komputer : merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada mikro prosesor.
–    Teknologi Terpadu : meruapak cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan komputer.

3.    Kawasan Pemanfaatan
Ini merupakan kawasan TP yang tertua di antara kawasan-kawasan yang lain, begitu yang tertulis dalam buku yang aku pelajari, dan untuk lebih mendalam maksudnya apa, silahkan baca sendiri bukunya, nanti bisa aku pinjemin dah. Kawasan ketiga ini mempunyai empat sub kategori, yaitu :
–    Pemanfaatan Media : ialah penggunaan yang sistematis dari sumber untuk belajar.
–    Difusi Inovasi : adalah proses berkomunikasi melalui strategi yang terencana dengan tujuan untuk diadopsi.
–    Implementasi dan Institusionalisasi : ialah, penggunaan bahan dan strategi pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya (bukan bersimulasikan). Sedangkan pelembagaan ialah penggunaan yang rutin dan pelestarian dari inovasi pembelajaran dalam suatu struktur atau budaya organisasi.
–    Kebijakan dan Regulasi : adalah aturan dan tindakan dari masyarakat (atau wakilnya) yang mempengaruhi difusi atau penyebaran dan penggunaan Teknologi Pembelajaran/Pendidikan.

4.    Kawasan Pengelolaan
Ini merupakan bagian integral dalam bidang teknologi pembelajaran dan dari peran kebanyakan para teknolog pembelajaran. Adapun kawasan pengelolaan ini dibagi menjadi empat sub kategori, yaitu :
–    Pengelolaan Proyek : meliputi Perencanaan, monitoring dan pengendalian proyek desain dan pengembangan.
–    Pengelolaan Sumber : menckup perencanaan, pemantauan dan pengendalian sistem pendukung dan pelayanan sumber.
–    Pengelolaan Sistem Penyampainan : meliputi perencanaan, pemantauan, pengendalian. “cara bagaimana distribusi bahan pembelajaran diorganisasikan” hal tersebut merupakan suatu gabungan medium dan cara penggunaan yang dipakai dalam menyajikan informasi pembelajaran kepada pebelajar.
–    Pengelolaan Informasi : meliputi penrencanaan, pemantauan dan pengendalian cara penyampaian, pengirirman/pemindahan atau pemprosesan informasi dalam rangkan tersedianya sumber untuk kegiatan belajar.

5.    Kawasan Penilaian
Penilaian dalam arti luas adalah kegiatan manusia sehari-hari. Penilaian disini dapan mengunakan alat ukur tertentu yang sesuai dengan masing2 yang akan dinilai. Kawasan penilaian mempunyai sub kategori empat, yaitu :
–    Analiss Masalah : mencakup cara pnentuan sifat dan parameter masalah dengan menggunakan strategi pengumpulan informasi dan pengambilan keputusan.
–    Pengukuran Beracukan Patokan : ini biasa disebut juga dengan PAP (Pengukuran Acuan Patokan), meliputi teknik-teknik untuk menentukan kemampuan pebelajar menguasai materi yang telah ditentukan sebelumnya.
–    Penilain Formatif : ini berkaitan dengan pengumpulan informasi tentang kecukupan dan penggunaan informasi ini sebagai dasar pengembangan selanjutnya.
–    Penilaian Sumatif : berkaitan dengan pengumpulan informasi tentang kecukupan untuk pengambilan keputusan dalam hal pemanfaatan.

Yah, itulah sedikit ilmu yang bisa aku ikat dalam blog ini, Yah, kan katanya “iktalah ilmu dengan menuliskanya”  dan aku udah menuliskanya berarti aku udah mengikat ilmu yang aku dapat dulu waktu semester satu, dan semoga ilmu ini gak akan kabur kemana2, tapi justru bermanfaat bagi semuanya ajah, amien.
Dan yang terakhir, soal pekerjaan, jangan takut gak dapat pekerjaan karen lo sobat semau gak dapat pekerjaan, lebih baik mari kita buat lapangan pekerjaan, dan kita kerja sama baru menyiptakan syair pekerjaan yang indah, dengan aransemen kita sendiri, dan kita bisa menyanyikan kapan pun tanpa takut kita untuk kehilangan lirik lagu-lagu itu. So, Let’s create a song and sing it guys !!! let sing together !!!

Sumber tulisan : Teknologi Pembelajaran : definisi kawasanya, yang ditulis oleh Barbara B. Seels dan Rita C. Richey

gambar dari : fakultasluarkampus.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: