TEORI PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2 (lanjutan)

lanjutan dari teori Psikologi kepribadian Freud  (psikoanalisis) pada posting 5 Desember 2009 yang lalu, so kali ini aku mo ngelanjutin itu postingan, —->

  1. Das Ueber Ich
Ini merupakan kekuatan moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistik sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realistic dari ego. Superego bersifat nonrasional dalam menuntut kesempurnaan, menghukum dengan keras kesalahan, baik yang telah dilakukan maupun baru dalam fikiran. Superego mempunyai tiga fungsi yaitu : (1). Mendorong ego menggantikan tujuan realistic dengan tujuan-tujuan moralistic. (2). Merintangi impuls id terutama impuls seksual dan agresif yang bertentangan dengan standar nilai masyarakat serta (3). Mengejar kesempurnaan.
Struktur kepribadian id-ego-superego itu bukan bagian-bagian yang menjalankan kepribadian, tetapi itu adalah nama dari system struktur dan proses psikologis yang mengikuti prinsip-prinsip tertentu dan biasanya system itu bekerjasama sebagai team, dibawah arahan ego. Baru kalau timbul konflik dianatar ketiga struktur itu mungkin sekali muncul tingkah laku abnormal.
Menurut Fred ada enam elemen pedukung struktur kepribadian yaitu :
1.      Sadar (conscious)
Tingkat kesadaran ini berisi semua hal yang kita cermati pada saat tertentu, menurut Freud, hanya sebagian kecil saya dari kehidupan mental (fikiran, persepsi, perasaan dan ingatan) yang masuk ke kesadaran (consciousness). Isi daerah kesadaran menurut Freud hanya bertahan dalam waktu yang singkat di daerah counscious, dan segera tertekan ke daerah percounscious atau unconscious, begitu orang memindah perhatianya ke cue yang lain.
2.      Prasadar (Preconscious)
Disebut juga ingatan siap, yakni tingkat kesadaran yang menjadi jembatan antara sadar dan tak sadar. Apa yang berada di daerah tak sadar yang sudah berada di daerah prasadar itu bisa muncul kesadaran dalam bentuk simbolik, seperti mimpi, lamunan, salah ucap dan mekanisme pertahanan diri.
3.      Tak Sadar (Unconscious)
Adalah bagian yang paling dalam dari struktur kesadaran dan menurut Freud merupakan bagian terpenting dari jiwa manusia.  Secara khusus Freud membuktikan bahwa ketidaksadaran bukanlah abstraksi hipotetik tetepi itu adalah kenyataan empiric. Ketidak sadaran itu berisi insting, impuls dan drivers yang dibawa dari lahir, dan pengalaman-pengalaman traumatic (biasanya pada masa anak-anak) yang ditekan oleh kesadaran dipindah ke daerah tak sadar. Isi atau materi ketidak sadaran itu memiliki kecenderungan kuat untuk bertahan terus dalam ketidak sadaran, pengaruhnya dalah mengatur tingkah laku sangat kuat namun tetap tidak disadari.
                        Struktur Kepribadian Menurut Freud :

Insting
Insting adalah perwujudan dari kebutuhan tubuh yang menurut pemuasan. Misal insting lapar berasal dari kebutuhan tubuh yang kekurangan nutrisi, dan secara jiwani wujud dalam bentuk keinginnan makan. Hasra atau motivasi, atau dorongan dari insting secara kuantitatif adalah enerji psikiis dan kumpulan enerji dari seluruh insting yang dimiliki seseorang merupakan enerji yang tersedia untuk menggerakkan proses kepribadianan. Enerji insting dapat dijelaskan dari sumber, tujuan, objek, dan daya dorong yang dimilikinya.
Jenis-jenis Insting
Insting Hidup dan Seks, Freud mengajukan dua kategri umum : insting hidup dan insting mati. Insting hidup (eros) adalah dorongan uang menjamin survival dan reproduksi, seperti lapar, haus, seks. Energi yang dipakai insting hidup adalah libido.
Insting Mati
Insting mati atau insting desktruktif disebuj juga thanatos bekerja secara sembunyi-sembunyi disbanding insting hidup. Menurut Freud tujuan semua kehidupan adalah kematian, hanya saja Freud gagal menunjukkan sumber fisik dari insting mati dan energi apa yang dipakai oleh insting mati itu.
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Freud membagi perkembangan kepribadian menjadi tiga tahapan,yakni tahap infantile (0-5 tahun), tahap laten (5-12 tahun) dan tahap gentil (>12 tahun). Tahap infantil yang paling menentukan dibagi menjadi tiga fase, yakni fase oral, fase anal, dan fase falis, perekembangan ditentukan oleh insting seks, yang berkaitan dengan biologis.
Fase Oral 
Fase ini mulut merupakan daerah pokok aktivitas dinamik atau daerah kepuasan seksual yang dipilih  oleh insting seksual. Makan minum menjadi sumber kenikmatan atau kepuasan yang diperoleh dari rangsangan terhadap bibir-rongga mulut-kerongkongan. Kepuasan berlebih pada fase ini akan menyebabkan orang menjadi senang/fiksasi mengumpulkan pengetahun atau mengumpulkan harta benda atau gampang ditipu pada manusia dewasa.
Fase Anal
Pada fase ini dubur merupakan daerah pokok aktivitas dinamik, keteksis dan anti kateksis berpusat pada fungsi eliminer (pembuang kotoran), mengeluarkan feses menghilankan perasaan tertekan yang tidak menyenangkan. 
Fase Falis
Pada fase ini alat kelamin merupakan daerah erogen terpenting. Masturbasi menimbulkan kenikmatan yang besar dan pada saat yang sama terjadi peningkatan gairah seksual anak kepada orang tuanya yang mengawali berbagai pergantian keteksis obyek penting. Pada masa ini sering terjadi perebutan kasih sayang bagi anak perempuan dan akan laki-laki terhadap orang tua mereka.
Fase Laten
Pada usia 5 dan 6 tahun hingga remaja, anak mengalami periode perbedaan impuls seksual yang disebut laten. Menurut Freud, penururnan minat seksual itu akibat dari tidak adanya daerah erogen baru yang dimunculkan oleh perkembangan biologis, jadi fase laten lebih sebagai fenomena biologis. Pada fase ini akan mengembankan kemampuan sublimasi, yakni mengganti kepuasan libido dengan kepuasan nonseksual, khususnya bidang intelek tual, atletik, ketrampilan, dan hubungan teman sebaya.
Fase Genital
Fase ini dimulai dengan perubahan biokimia dan fisiologi dalam dari remaja seperti pertumbuhan tanda seksual primer, perkembangan pribadi yang stabil hingga orang tutup usia. Dimana puncak perkembangan seksual dicapai ketika ornag dewasa mengalami kemasakan kepribadian yang ditandai dengan kemasakan tanggung jawab seksual sekaligus.
APLIKASI
Ranah aplikasi psikoanalisis berfariasi yang terpeting diantar aplikasi itu di bidnag psikopatologi, psikoterapi, psikosomatis dan pengsuhan anak.

sumbernya : aku lupa ik, klo gak salah bukunya ALWILSOL yang berjudul Psikologi Kepribadian ama bukunya SUMADI SURYABRATA yang judulnya sama deh

0 Responses to “TEORI PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2 (lanjutan)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: