Hunting Bareng Komunitas Fotografer Semarang

pagi2 jam 5 kurang sepuluh udah bangun tidur dan langsung menuju kamar mandi buat setoran pagi (seperti biasanya), setelah itu harus ke mushola untuk sholat subuh dan gosok gigi. Setelah sholat dan berpakaian siap tempur langsung tancap gas menuju ke klenteng Tay Kak Sie, padahal alat2 tadi malam nonton bareng ma anak2 kampus lum diberesin. Di luar udara dingin banget, motor aku kebut meski jalanan rada basah tapi pastinya tetep ati2 karen aku gak mau kecelakaan lagi. Untungnya pagi masih sepi, dan jalan lum begitu rame, aku takut telat datang ke tempat kumpul KFS (komunitas fotografer semarang) so aku ngebut….wussssss.
Akhirnya nyampe juga di klenteng Tay Kak Sie, pas barengan sama beberapa temen KFS yang baru aja datang, ternyata belum pada datang semua. Sebenernya acara dimulai hunting jam 6.15, tapi biasa lah, takut pada molor jadi waktunya diaju2kan, biar pada datang tepat waktu. Akhirnya bisa berjumpa dengan master2nya fotografi di semarang yang mayoritas adalah orang2 yang udah pada kerja, yang masih kuliah kali itu yang datag cuman beberapa termasuk aku. Sebelum berangkat kita ngambil objek di klenteng Tay Kak Sie dulu, mumpung lagi ada prosesi di pagi hari, dan setelah itu kita foto bareng2 dulu, trus jalan menyusuri pasar sayuran (mungkin lebih tepatnya pasar bumbu), ya pasar bumbu karena yang dijual disitu kabanyakan cabe, bawang merah-putih, dan beberapa bumbu laen. Jalanan di pasar becek banget sampe2 celana panjangku bawahnya kotor bangets (tu lihat kakiku). Yah, meski celana kotor tapi aku tetep aja nekat, biarin yang penting hepi, dan itu bukan halangan buat berhenti sampe sini (tapi besok lagi pake celana pendek deh). Hunting masih berlanjut hingga masuk2 ke pasar2 bumbu, dan masuk dan masuk lagi, hingga di dalam di dalam pasar itu rame bangets, kayak ada apa gituh. Para pedangan rame sendiri dengan pose2 mereka, ada yang mau difoto tapi ada beberapa juga yang gak mau difoto dengan alasan malu dan sebagainya, tapi seru juga seh, laen kali gak boleh ketinggalan deh, harus ikuta gathering kayak gini lagi dengan temen2 KFS. Selain mendapatkan foto yang hancur2 dan celana kotor, aku juga mendapatkan hidung pedes dengan adanya banyak cabe dimana2 dan begitu dekat dengan badan, hingga hidungku terasa pedes bangets.

Perjalanan berlanjut kembali ke rumah2 penduduk dan kita ambil beberapa pose penduduk2 sekitar, bahkan kita juga masuk ke dalam rumah2 mereka yang unik itu, yah meski kecil tapi rumahnya tingkat dan kerenya lagi satu kamar bisa dihuni oleh 4 orang atau bahkan lebih. Setelah dari rumah tua itu (oh ya, rumah itu termasuk peninggalan jaman perang), tapi aku gak tau jaman apa (jepang apa belanda), perjalanan berlanjut ke pinggir2 sungai yang kotor dengan warna airnya hijau luar biasa baunya. Ternyata menyusuri sungai adalah kegiatan akhir dalam gathering kali ini, karena setelah menyusuri sungai dan berhenti di warung pinggir sungai perjalanan berlanjut ke klenteng Tay Kak Sie, kumpul bentar (ngobrol2) trus pada pulang ke habitatnya masing2. Yah, kira2 begitulah cerita yang gak serunya, yang serunya aku gak mau cerita, karena kalo diceritakan aku yang capek lagi, udah capek hunting disuruh cerita pula.

0 Responses to “Hunting Bareng Komunitas Fotografer Semarang”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: