Cantik Itu Matematika

146532556_ad2ce9f325WajahPernahkan anda berjalan disuatu tempat dan kemudian berpapasan dengan seorang lawan jenis yang membuat anda tidak bisa memindahkan pandangan anda darinya?

Pada tulisan sebelumnya, “Kenapa Bisa Suka?” kita menjelaskan bahwa individu yang berpenampilan menarik lebih mudah disukai dibanding yang tidak menarik. Berdasarkan pernyataan tersebut, sedikit banyak muncul pertanyaan: Seperti apa yang menarik?. Sebagai individu yang unik, manusia tentu memiliki selera masing-masing. Namun, Thompson (2001) menjelaskan bahwa kecantikan, dalam menilai tubuh, adalah relatif. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor, namun faktor yang paling berpengaruh adalah faktor
sosiokultural. Masyarakat menentukan apa yang menarik dan apa yang tidak.
Pernyataan Thompson diatas didukung oleh beberapa penelitian yang dilakukan dibeberapa negara didunia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan memiliki kesamaan dalam menilai apa yang menarik dan apa yang tidak. Dalam menilai seseorang menarik atau tidak, terdapat beberapa hal yang diperhatikan.
Wajah. Wajah yang menarik memiliki beberapa kriteria. Yang pertama adalah proporsi antara mata, jarak antar mata, lebar hidung serta lebar dari mulut yang seimbang*. Jika faktor pertama adalah proporsi secara vertikal, maka faktor kedua adalah proporsi secara horizontal atau lebar dari wajah. Untuk pria, wajah yang menarik bagi lawan jenisnya adalah wajah yang lebih lebar atau kotak**. Sedangkan untuk para wanita, wajah yang lebih mengerucut lebih diminati oleh kaum pria. Lebar dari wajah tersebut dipengaruhi oleh hormone testosterone yang ada didalam tubuh individu. Wajah yang lebih lebar memiliki kandungan testosterone lebih tinggi. Faktor ketiga adalah simetrisitas dari wajah. Wajah yang menarik akan memiliki ruas kiri dan ruas kanan yang proporsional.
Tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di UCLA, para pria menyukai wanita yang memiliki payudara yang indah. Tidak harus besar, tapi memiliki proporsi yang tepat antara ukuran payudara dengan ukuran tubuh dari wanita. Kecendrungan tersebut muncul dengan asumsi bahwa payudara merupakan symbol dari kesehatan reproduksi untuk bayi yang akan dilahirkan. Berkaitan dengan system reproduksi tersebut, tubuh wanita yang menarik adalah yang memiliki perbandingan pinggang dan pinggul dengan skala 0,7 dan 1. Dimana pinggul sedikit lebih besar daripada pinggang.
Untuk para wanita, tubuh pria dikatakan menarik dengan beberapa kriteria. Yang pertama adalah lebar dari bahu. Pria akan lebih disukai jika mereka memiliki bahu yang lebar dan bentuk tubuh yang tegap. Yang kedua adalah dada yang bidang. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa wanita memiliki kriteria yang lebih penting dalam melihat pria selain dari faktor tubuh, yaitu finansial. Bagi para wanita, pria akan tampak jauh lebih menarik jika ia memiliki gaji yang tinggi dan kemapanan dalam aspek finansial. Hal tersebut muncul karena pria akan menjadi kepala keluarga, sehingga harus mampu menghidupi keluarga. Salah satu prediktornya adalah dengan melihat aspek finansial tersebut.
Gesture atau gerakan. Sadar tidak sadar ada beberapa gerakan yang menarik untuk kita perhatikan. Jika anda pernah mendengar istilah sexy comes from the inside, seseorang yang ‘berpembawaan’ menarik membuat kita akan menangkap lebih banyak setiap gerak-geriknya. Gerak-gerik tersebut lebih dominan terlihat pada wanita, seperti saat wanita mengibaskan rambutnya atau dari tatapan matanya.
Sebuah eksperimentasi dilakukan di UCLA terhadap sejumlah pria dan wanita. Dalam penelitian tersebut, pria dan wanita diminta untuk berjalan seperti biasa. Tidak lama kemudian, mereka diminta untuk berjalan seakan-akan mereka sedang diperhatikan oleh lawan jenisnya. Saat mereka merasa diperhatikan terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari cara mereka berjalan. Pada wanita, saat mereka merasa diperhatikan, bagian pinggul mereka menjadi lebih aktif dalam berjalan. Selain itu, bahu lebih ditarik kebelakang dan dada lebih dibusungkan kedepan. Pada pria, gerakan menarik bahu kebelakang dan dada lebih dibusungkan juga muncul. Tetapi yang dominan adalah para pria lebih sedikit menggerakkan sikunya kedepan kebelakang. Gerakan-gerakan tersebut muncul sebagai bentuk menarik perhatian dari lawan jenis. Maka dari itu, jika suatu saat anda memperhatikan seseorang dan mereka mengubah gerakannya seperti yang dicontohkan diatas, besar kemungkinan dia sedang berusaha menarik perhatian anda.
Suara. Mungkin anda pernah menerima telfon dari seorang yang tidak dikenal dan anda berkomentar, “wah suaranya seksi betul” dan kemudian berfikir bahwa orang tersebut pastinya juga menarik dari segi fisik?. Suara yang menarik memiliki beberapa kriteria. Berdasarkan sebuah penelitian, suara pria yang menarik adalah suara dengan nada rendah. Sedangkan suara wanita yang menarik bagi pria adalah suara dengan nada yang lebih tinggi. Selain faktor wajah diatas, suara juga dipengaruhi oleh faktor hormone testosterone untuk pria dan hormone estrogen untuk wanita. Dan sedikit bersinggungan dengan faktor gerakan sebelumnya, pada suara juga terdapat istilah bukan apa yang disampaikan tapi bagaimana cara menyampaikannya. Maka dari itu anda mungkin menemukan beberapa orang yang membicarakan hal yang sama dengan tingkat nada suara yang tidak jauh berbeda tapi menilai satu atau dua menarik karena cara mereka menyampaikannya.
Scent atau aroma. Tubuh manusia memiliki aroma masing-masing, hal tersebut terjadi karena setiap manusia memiliki zat kimia yang dilepaskan tubuh atau yang biasa disebut dengan pheromone. Pheromone tersebut merupakan salah satu zat yang dapat menarik lawan jenis karena aromanya yang unik. Pada wanita, dua minggu setelah mengalami mensturasi merupakan masa ovulasi atau masa subur. Pada masa ini, pheromone yang dikeluarkan oleh pria akan menjadi lebih menarik bagi wanita yang sedikit banyak akan menjadi nilai tambah bagi kaum pria.
Kulit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, secara garis besar individu akan lebih menyukai kulit yang memiliki warna atau kompleksitas yang merata. Seperti aroma, siklus menstruasi juga mempengaruhi kompleksitas wajah pada wanita. Wanita yang sedang berovulasi, pada bagian pipi akan tampak lebih bercahaya, dan hal tersebut membuat wajah wanita menjadi lebih disukai.
Faktor-faktor yang dijelaskan diatas merupakan faktor yang mempengaruhi kesan pertama dalam menilai seseorang menarik atau tidak secara fisik. Dalam memulai hubungan dengan calon pasangan, proses yang terjadi setelah mengenal individu yang menarik tersebut merupakan sebuah proses yang terpisah. Perlu diingat bahwa meskipun kesan pertama memiliki efek yang cukup penting, kesan pertama bukanlah segalanya. Sprecher dan McKinney (dalam Thompson, 1999) menjelaskan bahwa individu akan lebih sulit untuk memulai sebuah hubungan jika tidak percaya diri akan penampilannya. Oleh karena itu, meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan diri akan fisik dan penampilan merupakan hal pertama yang dapat kita lakukan jika ingin menarik perhatian calon pasangan.
*Visualisasi proporsi wajah, jarak antar mata, lebar hidung dan mulut
vertical_proportion_face
** Visualisasi lebar wajah
5359764
Nova Ariyanto JoNo
Sumber:
Discovery series: The science of sex appeal.
Thompson, J. K., Heinberg, L. J., Altabe, M., Tantleff-Dunn, S. (1999). Exacting Beauty. Washington, DC, US: American Psychological Association.
Thompson, J. K. (2001). Body image, eating disorders, and obesity: An integrative guide for assessment and treatment. Washington, DC, US: American Psychological Association.
Articles from ruang psikologi.com

0 Responses to “Cantik Itu Matematika”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: