SEBUAH KISAH DARI RUMAH

akhirnya di rumah juga, yah meski bukan rumah sendiri, karena ini masih rumahnya orang tua
tapi ini lah rumah, home sweet home, yang selama ini menjadi tempat aku bernaung dari panas dan hujan
dari badai dan topan, dari sedih dan senang, sebuah bangunan kecil yang berdiri di atas sebidang tanah yang sempit
tapi disinilah aku hidup dan besar dengan penuh kasih sayang dari kedua orang tua serta orang-orang yang sayang kepadaku
kini rumah ini pun telah dihiasih banyak kisah, duka, bahagia, kecewa, gagal, sukses, dan masih banyak kisah yang belum aku tulis dalam kamus kehdidupanku

kini aku pun telah kembali kesini
mungkin aku tergolong mahasiswa yang gak betah di rumah
tapi aku pun gak bisa memungkiri bahwa rumah adalah tempat aku tumbuh dan berkembang
meski lebih dari separuh hidupku aku habiskan di luar rumah
12 tahun aku besar di rumah ini
7 tahun aku besar di asrama dengan begitu banyak cerita yang menjadi bumbu kehidupan
dan sekarang ini masih 2 tahun lebih aku hidup sebagai seorang mahasiswa
tapi kehidupan hanya seperti itu-itu saja
dan aku ingin hidup ini bervariasi

aku pulang ke rumah hari jum’at
seperti biasa aku pulang mengendarai si jimie jangkrik (motorku)
nyampe rumah sore hari
eh ternyata sangat kebetulan sekali aku pulang kali ini
karena besok pagi ibu dan ayah mau ikut ngiring haji yang mau berangkat ke solo
so opek (adekku yang cowok) harus sendirian di rumah karena Mul (adekku yang cewek) ikut juga
aku dulu juga pernah ikut ngiring haji
aku lupa ketika aku umur berapa
yang pasti waktu itu aku masih inget sekalian jalan-jalan ke TMII
tapi sayang, aku gak berani turun bus gara-gara banyak badut yang berkeliaran disana-sini
aku takut ma badut, aku takut perut badut yang gendut itu
aku takut kalo aku nanti dimasukkin ke dalam perut badut itu
so, aku gak berani turun dari bus
aku cuman ma ayah di dalam bus sambil ngemil (that’s all)

karena ibu gak di rumah
jadi dengan terpaksa aku harus buat lauk sendiri buat makan aku ma adekku
karena nasi masih ada, so tinggal buat lauk doang
aku ma adek buat pecel lele
yah, karena kita punya kolam lele
jadi gak usah beli lele lagi
tapi sayang karena susah dipancing dapatnya cuman satu lele, tapi besar
akhirnya aku yang goreng, adekku yang buat sambal ma lalaban
setelah siap hidang
ternyata adekku buat sambelnya pedes banget
tapi tetep ajah semua habis kita babat berdua
pokoke kisah dari rumah kali ini asik bangets dan gak ada duanya
tapi sayang malam minggu ne aku sendirian di rumah
gak bisa kemana-mana
gak ngapa-ngapain
eh, si opek malah malam mingguan sendiri
sialan tu bocah…..

0 Responses to “SEBUAH KISAH DARI RUMAH”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: