emosi

Ketika semua telah pergi jauh kedepan, meninggalkan semua kenangan masa lalu .
Ketika tak ada lagi harapan untuk berharap, kamana lagi aku berharap ?
Ketika tak ada lagi mimpi dalam tidurku, kini malam terasa lebih panjang.
Ketika hidup hanya sekedar angina lewat, sepertinya hidup ini tidak ada arti dan makna.
Untuk apa manusia hidup kalau hanya hidup dalam kekosongan, kehampaan, kepasifan dan kebohongan hidup semata ?

Sebenaranya untuk apa hidup ini ?
Kalau hanya untuk bersedih dan menangis.
Ketika orang yang kita sayangi sudah tak mengerti lagi.

Aku tidak percaya lagi hidup ini berwarna – warni
Karena kenyataanya hidup ini hanya hitam dan putih.
Begitulah hidup yang aku alami
Selalu dan selalu begitu, berulang dan terus berulang setiap hari
Hitam dan putih kehidupan kini sudah tidak berarti lagi
Setiap hari, setiap waktu dalam hidupku.
Aku muak…!!!!!

Kesedihan dan kesengsaraan adalah teman dalam hidupku.
Kesedihan dan kesengsaraan selalu setia menemaniku
Kemana angin berhembus membawaku

Mungkin aku sudah terlalu kebal karena sering tersekiti
Selau bergumul dalam kesedihan dan kesengsaraan
Atau memang aku suka berpura-pura kuat menghadapi semua ini ?

Dalam tubuhku yang sehat ini
Jiwaku sakit, jiwaku merintih perih
Tumor jiwa yang ganas dalam jiwaku
Kini sudah semakin merajian hidupku
Kini aku hanya tinggal menunggu waktu
Hingga aku tidak berjiwa, berhati nurani lagi.
Apakah ada yang dapat menyembuhkan aku ?

Sering aku merasa bagaikan seorang tukang cukur.
Aku bisa mencukur orang lain dengan gaya dan model apapun yang mereka kehendaki.
Tapi, aku tidak bisa mencukur rambutku sendiri
Ketika aku ingin memperindah rambutku ini
Ternyata tak seorang pun yang dapat mecukurnya sesuai dengan gaya dan model yang aku kehendaki.
Adakah orang yang bisa mencukur rambutku sesuai dengan kehendakku ?
Kalau ada, siapa ? dimana aku akan menemukan orang itu ?
Kini rambutku kembali memanjang dan tak terawat lagi
Aku ingin rambutku rapi kembali.

Aku ingin mengakhiri hari ini dengan menutup mata ini
Seandanya esok pagi aku sudah tidak bernafas lagi
Aku ingin temanku (kesedihan dan kesengsaraan) tetap setia menemaniku
Sehingga tidak ada lagi orang sepertiku di dunia yang berwarna-warni

“Selamat malam bungan di musim semi.
Selamat malam mentari pagi.
Aku ingin kau terlelap malam ini agar esok kau berseri kembali
Kembali sinari hati yang sedih dengan cahaya kedamaian dan cinta kasihmu”

::::: Lagi nulis tulisan di atas tiba2 ada SMS masuk, begini bunyinya :::::

“Alaskan bantalmu dengan kejujuran
Rebahkan tubuhmu diatas keikhlasan
Hiasi mimpimu dengan kepercayaan
Semoga tidurmu dalam keimanan
Dan hari esok lebih berarti, amien”

0 Responses to “emosi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: